oleh

Banyak Aksi Bom Ikan di Laut Pohuwato, Warganet Pertanyakan Kinerja Pol Air

POHUWATO – Warga netizen (warganet) angkat bicara terkait aksi pengeboman ikan yang terjadi baru-baru ini. Meski belakangan diketahui, aksi melanggar hukum itu dilakukan di luar perairan laut Kabupaten Pohuwato, namun sejumlah kesaksian menyebutkan bahwa, pengeboman ikan justru paling banyak dilakukan di wilayah perairan laut Pohuwato.

Salah satunya yang disuarakan oleh pengguna Facebook bernama Samin Dive. Selain mempertanyakan kinerja tim pengawas perikanan Provinsi Gorontalo, Samin juga mempertanyakan peran Kepolisian, dalam hal ini Polair Pohuwato.

“Tugas team pengawas perikanan provinsi gorontalo dan team polair pohuwato dipertanyakan dgn masih banyaknya pengoboman ikan diperairan laut teluk tomini kabupaten pohuwato….bo ada ba apa ngoni uti…bo polopolotalio bom….” tulis Samin dalam unggahannya pada Senin (24/5/2021).

Postingan itu pun menuai banyak reaksi. “Payahhh memang,,disaat keseriusan masyarakat dan pihak terkait untuk memajukan pariwisata pohuwato, disisi lain bom ikan memang masih sering terjadi..harus lebih serius dan memberi jalan terbaik bagi masyarakat nelayan bahwa cara menangkap ikan sangat tidak dibenarkan dwngan cara bom…kapan pohuwato maju kalau masih pakai bom…semoga kedepan bisa teratasi..amen,” kata akun bernama Marisa Betta dalam kolom komentar.

Baca Juga  BNPT Pertegas Perang Melawan Korupsi
Tangakapan layar postingan warganet (Samin Dive)

Sementara itu, salah satu masyarakat mengaku bahwa, aksi pengeboman ikan di perairan laut, justru paling banyak terjadi di wilayah laut Pohuwato. “Paling banyak di Pohuwato, bagian Kecamatan Wanggarasi, Lemito, Popayato,” ungkap salah satu nelayan, Mat, kepada awak media ini.

Dihubungi, Kapolres Pohuwato, AKBP Teddy Rayendra S.I.K., M.I.K., menyampaikan bahwa, pihaknya akan menerjunkan tim untuk menindaklanjuti informasi warga. “Kita akan turun lapangan. Saya juga sudah perintahkan Kasat Pol Air,” tulis Teddy melalui pesan WhatsApp, pada Senin (24/5/2021). (Lan)

Komentar

News Feed